Author name: adminsmaitam2

Kegiatan Sekolah, News

Siswa Berprestasi Terima Penghargaan PSAT Tahun Pelajaran 2025/2026

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar dan capaian akademik para peserta didik, SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati memberikan Penghargaan PSAT (Prestasi Santri Akademik Terbaik) kepada para siswa yang berhasil meraih peringkat 1, 2, dan 3 di setiap kelas pada Tahun Pelajaran 2025/2026. Penghargaan ini diberikan sebagai wujud penghormatan atas kerja keras, kedisiplinan, serta konsistensi para santri dalam menuntut ilmu. Diharapkan, prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mampu menginspirasi seluruh siswa untuk terus meningkatkan kualitas belajar dan membangun budaya akademik yang unggul. Adapun penerima Penghargaan PSAT Tahun Pelajaran 2025/2026 adalah sebagai berikut: Kelas X.1 Peringkat 1: Alif Agung Sanjaya Peringkat 2: Syarif Hidayatullah Pratama Peringkat 3: Muhammad Gibran Al-Aiman Kelas X.2 Peringkat 1: Muhammad Nurfaiz Fauzan Peringkat 2: Nauzan Fairuz Peringkat 3: Azka Rief’atudzawqi Maula Kelas XI.1 Peringkat 1: Muhammad Hafiz Iskandar Peringkat 2: Azzam Khairul Mumtaz Peringkat 3: Fadel Muhammad Nur Aditya Kelas XI.2 Peringkat 1: Birly Irfa Al Mubarok Peringkat 2: Mohamad Fakhri Hamzah Peringkat 3: Muhammad Rashif Fikran Astar Kelas XI.3 Peringkat 1: Fathur Robbani Peringkat 2: Mochamad Ridwan Maulana Peringkat 3: Haris Yusuf Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi, mempertahankan prestasi, serta senantiasa mengiringi setiap ikhtiar dengan akhlak mulia. Bagi seluruh siswa lainnya, semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus belajar, berkompetisi secara sehat, dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang. Bersama-sama, mari wujudkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kegiatan Sekolah, News

Siswa Kelas XII SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Ikuti Psikotes sebagai Bekal Menentukan Arah Masa Depan

Kuningan, 23/7/2026 – SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati menyelenggarakan kegiatan psikotes bagi seluruh siswa kelas XII hari ini sebagai bagian dari program pendampingan dalam mempersiapkan jenjang pendidikan dan karier setelah lulus. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang tertib dan penuh konsentrasi, di mana para siswa mengikuti berbagai rangkaian tes secara serius di bawah arahan tim pelaksana serta pengawasan guru. Psikotes merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk membantu siswa mengenali potensi diri secara lebih mendalam. Melalui serangkaian tes yang dirancang secara sistematis, siswa memperoleh gambaran mengenai kemampuan kognitif, minat, bakat, karakter, hingga gaya belajar yang dimiliki. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan jurusan kuliah maupun bidang karier yang sesuai dengan potensi masing-masing. Selain pelaksanaan tes, kegiatan ini juga diawali dengan koordinasi antara pihak sekolah dan tim psikolog guna memastikan seluruh rangkaian berjalan dengan baik. Kolaborasi tersebut menjadi wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi dan perencanaan masa depan peserta didik. Selama pelaksanaan, para siswa tampak antusias dan fokus mengerjakan setiap sesi tes. Mereka berusaha memberikan jawaban yang jujur sesuai dengan kondisi diri masing-masing, karena keakuratan hasil psikotes sangat dipengaruhi oleh kejujuran dalam menjawab setiap instruksi dan pertanyaan yang diberikan. Melalui kegiatan ini, SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati berharap setiap siswa mampu memahami kelebihan yang dimilikinya sekaligus mengenali aspek-aspek yang masih perlu dikembangkan. Dengan demikian, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih matang dalam menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Psikotes bukanlah penentu mutlak kesuksesan seseorang, melainkan sebuah ikhtiar untuk mengenal diri sendiri dengan lebih baik. Sebab, keputusan terbaik lahir dari pemahaman yang baik terhadap potensi yang Allah anugerahkan. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa kelas XII dalam menyusun masa depan yang lebih terarah, penuh keyakinan, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, serta masyarakat. (Tim Media SMAIT AM2)  

Kegiatan Sekolah, News

Debat Calon Pradana Pramuka SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati, Menyiapkan Pemimpin Berkarakter

Linggajati – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai kegiatan **Debat Calon Pradana Pramuka SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati** yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian pemilihan Pradana Dewan Ambalan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para calon pemimpin untuk memperkenalkan visi, misi, serta program kerja yang akan mereka jalankan apabila mendapatkan amanah dari seluruh anggota Pramuka. Tiga santri terbaik tampil sebagai calon Pradana, yaitu **Bima Abaya Yahya**, **Jaysyur Rahman A. H.**, dan **Dalta Taaquuta F.** Ketiganya menyampaikan gagasan mengenai penguatan organisasi, peningkatan kedisiplinan, pengembangan karakter anggota, hingga inovasi kegiatan kepramukaan yang lebih aktif, kreatif, dan bermanfaat. Dalam sesi debat, para calon menjawab pertanyaan dari moderator dan panelis mengenai berbagai isu kepemimpinan, manajemen organisasi, penyelesaian masalah, serta strategi membangun kekompakan anggota Ambalan. Masing-masing calon menunjukkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta keberanian dalam menyampaikan argumentasi secara santun dan bertanggung jawab. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh anggota Pramuka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian untuk mengenal lebih dekat kapasitas, karakter, dan gagasan dari masing-masing calon. Kegiatan ini sekaligus menjadi media pendidikan demokrasi yang mengajarkan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan integritas, kompetensi, dan program kerja, bukan sekadar popularitas. Pembina Pramuka SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati, **Kak Nur Fadli, S.Pd.**, menyampaikan bahwa debat calon Pradana bukan sekadar agenda pemilihan ketua, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter kepemimpinan santri. > “Melalui debat ini, kami ingin memberikan ruang bagi para calon untuk menunjukkan kualitas kepemimpinannya, sekaligus melatih keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menerima amanah. Harapannya, siapa pun yang terpilih nantinya mampu menjadi teladan, menggerakkan organisasi, dan membawa Pramuka SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati semakin berkembang serta memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” ujar Kak Nur Fadli, S.Pd. Melalui kegiatan ini, SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi pemimpin yang berkarakter Qurani, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu berkontribusi secara positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Debat calon Pradana menjadi bukti bahwa pendidikan kepemimpinan tidak hanya dipelajari di dalam kelas, tetapi juga dibangun melalui pengalaman nyata, dialog yang sehat, dan proses demokrasi yang bertanggung jawab.

Uncategorized

Empat Santri SMAIT Al Multazam 2 Linggajati Lanjutkan Studi ke Luar Negeri

SMAIT Al Multazam 2 Linggajati kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Empat alumninya berhasil diterima di perguruan tinggi luar negeri untuk melanjutkan pendidikan pada berbagai bidang keilmuan. Raffi Harits diterima di Hochschule Mittweida – Jerman. Alif Izzadien Ikhsan melanjutkan studi di Université de Strasbourg, Prancis, pada program  Économie et Gestion. Sementara itu, Haikal Amal Robbani  diterima di Universite de Pau et des pays de I’Adour (UPPA), Prancis. dan Arifuddin Naufal Zaidan diterima di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok, pada program  Internet of Things Application Technology. Khusus untuk Arifuddin yang bersangkutan memperoleh beasiswa penuh (Full Scholarship). Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, karakter yang kuat, dan kemampuan berbahasa dapat membuka peluang pendidikan hingga tingkat internasional. Prestasi para alumni diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus bermimpi besar, berusaha maksimal, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Selamat menempuh studi di luar negeri. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, keberkahan, serta menjadikan ilmu yang diperoleh bermanfaat bagi umat, bangsa, dan dunia. SMAIT Al Multazam 2 Linggajati Sekolah Generasi Masa Depan Qurani, Akhlaq Mulia, Prestasi, Terampil Berbahasa

Uncategorized

WORKSHOP GURU SMAIT AL-MULTAZAM 2 LINGGAJATI: MENGHADIRKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN DAN BERDAMPAK

Linggajati, 11 Juli 2026 – SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati menyelenggarakan In House Training (IHT) bagi seluruh guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme pendidik dalam menyambut tahun ajaran baru. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu (11-12/7) ini diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, serta sambutan dari Kepala SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati. Workshop ini menjadi wadah bagi para guru untuk memperkuat kompetensi pedagogik sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Kegiatan Sekolah, News

Menjadi Santri Hebat Sejak Hari Pertama, BK SMAIT Al-Multazam 2 Bekali Santri Baru dengan Proposal Hidup pada kegiatan MORSA 2026

Kuningan– Dalam rangkaian kegiatan Masa Orientasi Santri (MORSA) Tahun Pelajaran 2026/2027, SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati menyelenggarakan kegiatan Sharing Bersama Guru Bimbingan dan Konseling (BK) pada Senin, 6 Juli 2026, bertempat di Masjid As-Sahl. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri baru kelas X sebagai bekal awal dalam menjalani kehidupan di lingkungan pesantren dan sekolah. Hadir sebagai narasumber, Ust. Mohamad Didi Khumaedi, M.Pd., Gr., Guru Bimbingan dan Konseling SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati, menyampaikan materi bertajuk “Menjadi Santri Hebat: Menjadi Hamba yang Baik, Anak yang Berbakti, Santri yang Patuh, Pribadi yang Menyenangkan, dan Pelajar yang Berprestasi.” Materi disampaikan secara komunikatif, inspiratif, dan interaktif sehingga mampu membangun antusiasme para santri sejak hari pertama mereka mengawali pendidikan di SMAIT Al-Multazam 2. Dalam pemaparannya, Ust. Didi menegaskan bahwa Bimbingan dan Konseling bukan sekadar tempat mengatasi permasalahan, melainkan menjadi sahabat sekaligus pendamping bagi setiap santri dalam proses menemukan potensi diri, membangun karakter Islami, mengembangkan kemampuan belajar, serta merancang masa depan yang lebih terarah.

Artikel Pendidikan, Kegiatan Sekolah, Prestasi

Momen Menegangkan dan Penuh Harap, SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Umumkan Daftar Siswa Eligible SNBP 2025

Linggajati (SMAITAM2) – Dipagi hari yang cerah Suasana tegang dan penuh harap menyelimuti Aula SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati pada  Senin, 13 Januari 2025 saat daftar santri yang masuk kategori Eligible diumumkan. Pengumuman ini menjadi langkah Awal yang amat penting bagi santri kelas XII SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati yang akan bersaing mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sebanyak 42 orang santri kelas XII SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati berhasil masuk kedalam kategori santri Eligible yang diurutkan berdasarkan e-raport selama 5 semester. Jumlah tersebut bertambah dari tahun sebelumnya karena SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati mendapat kuota 45% dari total jumlah siswa yang mana pada tahun sebelumnya kuota tersebut hanya diperoleh sebanyak 40% sesuai akreditasi sekolah dan data e-raport. Dalam sambutannya, Kepala sekolah SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Bapak Iip Sopandi, S,Pd. Gr. memberikan petuah agar santri dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik – baiknya juga agar para santri mengubah kebiasaaan belajar menjadi lebih baik, karena satu langkah lagi mereka akan melangkah ke jenjang Universitas yang mana pola pembelajaran nya sangat jauh berbeda dengan pola pembelajaran di SMA. Sekolah memberikan apresiasi setinggi – tingginya kepada santri yang sudah menorehkan prestasi. Perwakilan santri dengan peringkat tertinggi diperoleh oleh Risyad Saleh kelas XII Merdeka 3. Pengumuman disampaikan oleh Bapak Asep Amat Sopian, S.Pd., M.Pd., Guru Bimbingan Konseling sekaligus Ketua Tim Sukses kelas XII Angkatan Dimension. Santri eligible dipilih berdasarkan sejumlah kriteria seperti prestasi akademik, partisipasi aktif juga sikap positif selama pembelajaran yang tertuang dalam e-raport. momen ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berusaha mengembangkan potensi diri. selamat dan sukses kepada seluruh ssantri SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati yang telah berhasil masuk dalam daftar prestisius ini.     Eka Pujiati – Kontributor media

Belajar dari rumah
Artikel Pendidikan

Saatnya Berbakti di Masa Pandemi

https://youtu.be/mOTLACXWi5AOrang tua adalah manusia paling berharga dalam hidup kita. Jasa mereka kepada kita tak akan pernah terbalas walau dunia kita genggam dan kita berikan seluruhnya. Coba renungi pengorbanan ibu, yang mengandung selama 9 bulan 10 hari dengan kepayahan, dilanjutkan menahan rasa sakit saat melahirkan, dengan resiko terbesarnya adalah kematian, hingga menyusui dan mengasuh kita dengan penuh kasih sayang.  Demikian juga Ayah, yang tiap hari cari nafkah tak kenal Lelah, berharap mendapatkan rejeki yang melimpah untuk kebutuhan hidup penghuni rumah. Di masa pendemi ini, sebagian santri melaksanakan kegiatan Belajara dari Rumah atau dikenal dengan Pembelajaran Jarak jauh. Tidak seperti di hari-hari biasa di mana pusat aktivitas adalah di sekolah / pesantren, maka pada masa-masa ini, kegiatan santri nyaris 100 persen di rumah. Maka inilah saat yang tepat bagi santri untuk mengoptimalkan dalam berbakti kepada kedua orang tua. Bagaimana Caranya? berikut ini adalah perilaku tentang bagaimana kita bisa berbakti kepada orangtua. Doakan mereka, baik saat masih hidup apabila sudah meninggal Sesuatu yang paling diharapkan oleh orang tua terhadap anaknya adalah  doa. Bagaimana tidak, doa dari anak yang sholeh adalah salah satu dari 3 amalan yang pahalanya tidak akan pernah putus meskipun orang tua telah tiada. Sopan dalam berbicara Saat berbicara dengan orang tua, pastikan kita menggunakan bahasa yang baik, lemah lembut, serta tidak lebih keras suaranya dari pada mereka. Bahkan menut aturan agama, mengatakan “ah” saja kita tidak diperkenankan. Taat dengan perintah orang tua Setiap dimintai tolong oleh orang tua, maka laksanakanlah. Semua perintah orang tua wajib kita laksanakan kecuali perintah atau ajakan yang melanggar syariat. Namun orang tua yang menginginkan kebaikan, tidak mungkin akan mengajak anaknya kepada kemaksiatan. Tidak membantah ucapan mereka Perbedaan pendapat adalah seuatu yang lumrah dan menjadi keniscayaan. Termasuk perbedaan pendapat kita dengan orang tua, hal ini seringkali terjadi. Namun upayakan semua perbedaan itu tidak membuat kita membantah ucapannya. Iyakan saja dulu, baru sampaikan pendapat kita kalau memang dipersilahkan. Kalau memang terpaksa harus menyampaikan pendapat kita, lebih baik meminta ijin terlebih dahulu. Tidak bermuka masam di depan orang tua Salah satu kebahagiaan orang tua adalah apabila melihat anak-anaknya juga hidup Bahagia. Kebahagiaan ini terlihat dari sikap, gesture, serta mimik wajah. Maka bermuka masam di depan orang tua menggambarkan tidak bahagianya kehidupan seorang anak. Bisa jadi orang tua juga merasa tidak dihormati dengan muka cemberut sang anak.   Maka setiap keadaan yang membuat kita bersedih, tidak perlu kita tampakkan kepada orang tua. Cium tangan saat kedatangan dan perpisahan Mencium tangan menggambarkan perasaan hormat sekaligus kasih sayang kepada orangtua. Ini adalah sebuah bukti kasih sayang yang tidak berbiaya. Maka lakukanlah selagi kita bisa melakukannya. Bantu orang tua, ringankan beban mereka Orang tua kita begitu berat beban hidupnya. Bukan hanya mengurusi anak-anak, namun mereka harus berjuang memenuhi segala kebutuhan dan menyelesaikan berbagai tugas-tugasnya. Sebagai anak yang baik, maka kita harus membantu mereka. Minimal pekerjaan rumah tangga bisa kita ambil alih semampunya. Menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, dan berbagai urusan rumah tangga lainnya. Kelak, jika kita sudah mampu hidup mandiri dan berkecukupan, gantikan peran orang tua dalam mencukupi hidup keluarga. Segera menjawab saat mereka memanggil Saat orang tua memanggil, artinya mereka membutuhkan kita. Bisa jadi membutuhkan bantuan, bisa jadi membutuhkan informasi, atau bahkan bisa jadi karena sekedar ingin bertemu. Point terpenting adalah bukan pada bantuan atau informasi yang kita berikan, namun kehadiran kita di sisinya. Jangan sampai keterlambatan kita menjawab menjadikan orang tua sakit hati hingga menghilangkan Sebagian keberkahan hidup kita. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi Sebagai bentuk penghormatan kita kepada orang tua, maka hendaknya kita tidak duduk di tempat yang lebih tinggi. Bagaimanapun caranya, kita harus menyesuaikan dengan posisi duduk orang tua. Demikian pula bila ada tempat duduk yang terbatas, maka kita mendahulukan orang tua kita untuk duduk Tidak masuk ke kamar mereka tanpa ijin Kita tidak diperkenankan masuk ke kamar orang tua tanpa ijin. Kamar adalah area privasi dan tempat istirahat bagi orang tua. Untuk itu, hindari juga masuk ke kamar orang tua pada 3 waktu ini : habis dhuhur, setelah isya’, dan sebelum subuh, sebab ketiga waktu tersebut adalah waktu di mana orang tua kita biasa istirahat. Tidak mendahului ketika makan Salah satu wujud hormat dan kesopanan kita kepada orang tua adalah dengan tidak mendahului mereka makan. Makin sempurnya lagi apabila kita ambilkan perlengkapan makan untuk orang tua, lalu isi piring mereka dengan bantuan tangan kita Tidak berbohong Perbuatan bohong akan sangat menyakiti hati orang tua. Untuk itu kita harus mengutamakan sikap kejujuran meski kadang berat di awalnya. Biasanya anak berbohong ketika melakukan kesalahan, mendapatkan nilai jelek, atau perbuatan buruk lain yang tidak ingin orang tua tahu. Apabila orang tua menanyakan terkait hal itu, jawablah dengan jujur. Paling hanya nasehat (baca :omelan} yang kita terima. Itu pun pasti pada akhirnya disampaikan demi kebaikan kita juga. Tidak sombong Ada kalanya kita meraih keberhasilan, dimana  pencapaian itu lebih baik dari yang orang tua dapatkan. Maka tidak perlu sombong dihadapannya. Karena tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat sebiji sawi kesombongan. Apalagi kalau sombong kepada orang tua Meminta ijin sebelum bepergian, dan tidak pergi apabila orang tua tidak mengijinkan Ridho Allah merupakan sesuatu yang harus senantiasa kita raih. Dan salah satu jalan menuju ridho Allah adalah dengan adanya ridho dari orang tua kita. oleh karena itu, kita perlu memastikan setiap Langkah hidup kit aitu mendapatkan ridho orang tua. Sehingga orang tua harus tahu kapan kita mau kemana. Minta ijinlah, setiap kali hendak bepergian. Semoga dengan itu, orang tua ridho kepada semua yang kita lakukan. Kalau orang tua tidak mengijinkan, pasti ada alasan yang kelak membuktikan bahwa mereka menyayangi kita. Ajak Bermusyawarah Selain meminta ijin, upaya kita mendapatkan ridho dari orang tua adalah dengan mengajak mereka bermusyawarah terkait perjalanan hidup kita. Misalnya ketika memilih perguruan tinggi, memilih pekerjaan, dan ehm.. memilih pasangan hidup. Ajak orang tua berdiskusi dan berikan mereka kesempatan untuk memberi masukan. Mendengar nasehat mereka dengan sungguh-sungguh Keluarga adalah garda pendidikan terdepan. Oleh karena itu tiada hari tanpa nasehat dari orang tua. Maka dengarkanlah dengan sungguh sungguh. Apabila berbeda pendapat, tidak perlu membantah, bermuka masam, atau berkata-kata kasar yang bisa menyakiti hati orang tua. Dengarkan nasehat mereka, pastikan

Scroll to Top